:: Pelanggan YTH, kami sampaikan per Tgl 12 Agustus 2020, pembayaran Kartu Halo melalui Grapari akan di kenakan biaya Administrasi sebesar Rp. 20.000, agar tidak di kenakan biaya kami himbau untuk melakukan pembayaran melalui Channel Digital: ATM, Jaringan Retail (Alfamart/Indomaret), e-Money (LinkAja,Go-Pay,OVO dan DANA), MyGrapari, Mobile Banking, Kredivo, dll - Terimakasih.

Cara Mengatasi Kartu Terblokir karena Lupa Isi Pulsa


Kartu Terblokir apa bisa di Aktifkan kembali ? Banyak pelanggan menanyakan hal tersebut, saat penggunaan Aplikasi pesan singkat seperti WhatsApp sedang popular sekarang ini, sampai sampai lupa melakukan pengisian pulsa untuk perpanjang masa berlaku Kartunya.

Apalagi jika kartu yang di gunakan berbeda antara nomor untuk aplikasi dan nomor untuk Layanan Datanya.

Berikut sekilas tentang masa berlaku Kartu (baca : Nomor Hanphone) yang menjelaskan mengenai permasalahan diatas.

Kembali ke pertanyaan Customer tadi, apakah kartu terblokir bisa diaktifkan kembali ?

Ada beberapa penyebab kartu terblokir, dan kita harus bisa memahami dengan betul agar bisa mencarikan solusinya. Berikut beberapa permasalahan terblokir yang sering di ajukan :

  1. Terblokir karena permintaan Pelanggan ( Kartu Hilang, Disalahgunakan Orang tidak bertanggung jawab ), solusinya bisa menghubungi 188 untuk buka blokir.
  2. Terblokir karena Registrasi sembarang / bukan sesuai NIK dan KK ybs, solusinya tinggal lakukan Registrasi sesuai NIK dan KK pemilik nomor tersebut melalui *444#
  3. Terblokir karena jatuh tempo pembayaran, untuk kartu Pasca Bayar ( Kartu Halo )
  4. Terblokir karena Habis masa berlaku (baca : Hangus )

Nah poin ke 4 ini yang akan kita bahas ( Terblokir karena Hangus ).
Sesuai dengan syarat dan ketentuan yang sudah di tetapkan pada saat pembelian pertama kali kartu perdana, pelanggan sudah harus memahami bahwa kartu perdana tersebut adalah prabayar artinya pembayaran (baca: pulsa) di lakukan dimuka sebelum di gunakan. Dan jika begitu pasti memiliki masa Aktif dan masa tenggang.

Berikut siklus perjalanan masa aktif kartu prabayar :

Lifecycle Kartu prabayar

Penjelasan :
  • Perdana baru belum memiliki masa aktif, namun sudah memiliki masa berlaku kartu sampai kapan bisa diaktifkan.
  • Setelah perdana Aktif , akan memiliki masa aktif , masa Tenggang dan Masa Aging (baca:hangus), yaitu masa dimana pelanggan masih memiliki kesempatan untuk meaktifkan kartunya kembali meskipun sudah hangus.
  • Masa aktif akan selalu bertambah mengikuti jumlah pengisian pulsanya, untuk berapa jumlah masa aktif yang di peroleh saat pengisian pulsa bisa di baca disini.
  • Jika kita lupa mengisi pulsa akan masuk masa tenggang, masa tenggang cukup lama di berikan Telkomsel yaitu selam 30hari.
  • Jika sampai 30 hari masa tenggang kita masih “lupa” untuk megisi pulsa maka akan masuk masa Aging (baca:hangus). Masa ini yang sering di tanyakan pelanggan kenapa kartu saya terblokir ?
  • Ketika kartu memasuki masa Aging sebenarnya sudah tidak bisa digunakan lagi ataupun di aktifkan kembali, namun Telkomsel masih memiliki toleransi sebagai apresiasi ke pelanggan dengan memberikan penawaran yang lebih eksklusif yaitu bisa diaktifkan kembali nomornya tetap dengan beralih ke Kartu Pascabayar (baca: Kartu Halo).
Namun penawaran tersebut tidak selamanya, ada waktu sekitar 48 hari mulai dari masa tenggang sampai masa Aging, setelah melewati masa tersebut kartu (baca: nomor hanphone) akan memasuki masa Ready For Recycle / Masa Daur ulang dimana kartu sudah siap untuk di produksi kembali dan kita tidak bisa lagi menggunakan nomor tersebut.

Untuk itu jangan sampai kita lupa perpanjang masa aktif dengan mengisi pulsa rutin setiap bulan dan selalu cek masa aktif di *888#. Dan yang sudah hangus dan masih di masa Aging, segera kunjungi Grapari Banjarbaru untuk migrasi ke Kartu Halo, banyak keuntungannya, banyak kemudahannnya… yuk pakai Kartu Halo sekarang.

Istilah- istilah :


OCS (Online ) adalah suatu system yang memungkinkan sebuah penyedia layanan komunikasi untuk men-charge customer mereka secara real time berdasarkan penggunaan layanan.
Aktivitas OCS :

1. Mengirimkan notifikasi ke pelanggan
Pernah gak tiba-tiba nerima notifikasi 'sisa pulsa anda tinggal Rp xxx,- kirim 2 sms lagi untuk mendapat free sms seharian'. Nah, fitur notifikasi seperti ini bisa dimiliki oleh OCS. Alasannya ya wajar, karena OCS melakukan rating dan charging secara realtime, maka OCS bisa memberikan notifikasi lebih akurat juga. Fitur ini juga banyak dipakai buat pelanggan yang sedang roaming ke luar negeri, untuk menerima notifikasi peringatan tagihan ketika mencapai usage tertentu. Beberapa negara yang saya tau sudah mulai memiliki regulasi agar setiap operator memiliki fungsi notifikasi roaming control seperti ini.

2. Maintain lifecycle Lifecycle
Itu lebih populer dengan nama 'masa tenggang' kalo di sistem prabayar. Masa tenggang pertama, anda hanya bisa menerima panggilan. Masa tenggang berikutnya, nomer anda di blok tidak bisa melakukan dan menerima panggilan. Masa tenggang berikutnya, pulsa anda hangus :). Masa tenggang terakhir ? Nomer anda sudah dihapus dari jaringan telekomunikasi (baca:hangus). Nah, karena OCS menyimpan data subscription (kapan mulai start berlangganan, kapan masa tenggang, berapa sisa pulsa, dst), maka OCS juga lah yang biasanya secara realtime akan melakukan komunikasi dengan network element (dalam hal ini HLR, Home Location Register), untuk melakukan pemblokiran nomer.

3. Maintain announcement list
Buat pelanggan Pernah gak, sisa pulsa tinggal 500 perak, lalu dipake buat nelpon ? Biasanya kita dapet 'ceramah' panjang dulu dari operator, isinya kira-kira 'pulsa anda hampir habis, silakan melakukan isi ulang bla bla bla', trus baru telponnya nyambung. Lalu contoh lain, ketika lagi gencar promo dari operator, 1x tiap hari ketika akan melakukan panggilan telepon, anda dapet 'ceramah' lagi ? nah, OCS juga bisa mengirimkan kode announcement ke MSC, berubah-ubah sesuai dengan kondisi pelanggan. MSC akan menerima perintah pemutaran announcement, dan memutar announcement yang diperintahkan.Atau ketika nomer anda hampir expired, anda akan mendengar 'ceramah' untuk segera membeli voucher baru :)

4. Revenue Reporting
Kalo ini sepertinya udah jelas ya, OCS juga merupakan sumber digalinya laporan keuangan laba perusahaan :). Hal ini biasanya tidak diproses secara realtime, karena OCS dirancang untuk transaksi online, bukan sebagai transaksi reporting. Biasanya setiap kali sebuah event selesai dirating, OCS akan menulis data transaksi berupa file CDR ( Call Detail Record ) yang kemudian bisa di proses dan di feed kedalam database untuk keperluan reporting.

5. Centralized Subscriber and QoS storage
Nah, ini fungsi terbaru OCS yang paling keren di era Broadband. Yak, OCS juga bisa memberikan data mengenai QoS yang seharusnya dimiliki oleh pelanggan. Misal, seorang pelanggan A berlangganan paket data yang paling murah, seribu perak seharian, internet unlimited. Lalu ada pelanggan B, berlangganan paket data premium 500 ribu perak sebulan. Nah, karena OCS memaintain data paket apa saja yang dimiliki pelanggan, maka OCS juga merupakan sumber informasi QoS apa yang seharusnya diberikan pada pelanggan.

Untuk pelanggan premium, tentu sudah seharusnya mendapat QoS paling tinggi, wajar karena dia bayar mahal untuk paket datanya. Nah, informasi QoS ini akan diberikan oleh OCS melalui sebuah protokol yang baru di sahkan oleh 3GPP, namanya Sy. Lebih lanjut tentang protokol charging di bagian ke 2 ya. Intinya, informasi QoS profile akan di feed oleh OCS ke PCRF, yang akan menerima query dari PCEF tentang QoS profile apa yang seharusnya di apply untuk tiap pelanggan.